Monday, 26 December 2016


Kurang tuluskah?


Tak tahukah, jika semua yang aku lakukan merupakan bentuk dari ketulusan? Tak sadarkah jika selama ini aku terus meluangkan? Aku luangkan waktu luangku, bahkan waktu sempitku hanya untuk mereka yang telah kupercaya. Kenapa?

Karena aku sangat menghargai kejujuran. Dan yang aku harapkan hanya dua hal itu:
kejujuran dan ketulusan. Tidak lebih.

Lalu akan kubangun sebuah bangunan kepercayaan untukmu, saat kau singgah, kawan.

Namun, betapa kecewa saat kepercayaan yang selama ini telah menjadi pondasi yang kokoh hancur berkeping-keping.

Roboh. Ya, bangunan kepercayaan itu akan roboh.

Pertanyaannya adalah: Kenapa?

Kurang tuluskah aku?


A. Paramudita (Yogyakarta, 2016)

Tuesday, 6 December 2016

Andaikan hal itu nyata
Aku anak perempuanmu, yang sangat mudah berlinang air matanya

Andaikan bubur dapat dijadikan nasi
Aku tidak akan seberandal ini

Maaf, aku berjalan sendiri
Namun aku akan selalu belajar memahami setiap kejadian






A. Paramudita (Yogyakarta, 2016)